Karya Tulis Ilmiah Analisis Faktor Penyebab Perilaku Bolos Dalam Upaya Pengembangan Sistem Pendidikan di SMA 4 Kendari

BAB V
PEMBAHASAN
A. Kondisi Umum SMA Negeri 4 Kendari
SMA Negeri 4 Kendari merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Saat ini SMA Negeri 4 Kendari telah menjadi salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di kota Kendari. Adapun fasilitas-fasilitas yang dimiliki SMA Negeri 4 kendari antara lain:

 Ruang Kelas
 Musholah
 Taman Baca (Perpustakaan)
 Laboratorium Biologi
 Laboratorim Fisika
 Laboratorium Kimia
 Laboratorium Komputer
 Laboratorim Bahasa
B. Kondisi Sistem Pendidikan dan Siswa di SMA Negeri Kendari
SMA Negeri 4 kendari yang terletak di kawasan Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu sekolah favorit di kota kendari dan sebagai salah satu sekolah percontohan. Hal ini dapat dlihat dengan banyaknya prestasi-prestasi yang diperoleh di berbagai ajang perlombaan. Hal tersebut tentunya berawal dari sebuah sistem pendidikan yang tertata baik, di SMA Negeri 4 kendari. suatu lembaga pendidikan belum dikatakan sebagai sekolah yang berkualitas jika di dalamnya masih ada berbagai kelemahan terutama faktor perilaku siswa di sekolah tersebut. Perilaku siswa dapat mencerminkan bagaimana sistem pendidikan di sekolah tempat siswa tersebut melangsungkan pendidikannya. Ternyata, SMA Negeri 4 Kendari juga belum bisa dikatakan sebagai sekolah yang berkualitas karena masih adanya siswa-siswa yang melanggar peraturan dan bertindak menyimpang dari peraturan. Dalam hal ini, masih adanya siswa yang melakukan perilaku bolos. Siswa yang bolos tentunya mempunyai alasan mengapa mereka membolos sekolah, alasan tersebut sangat berkaitan erat dengan sistem pendidikan di SMA Negeri 4 Kendari. Beberapa siswa yang melakukan tindakan bolos atau meninggalkan pelajaran pada saat proses belajar mengajar berlangsung beralasan bahwa mereka melakukan tindakan bolos karena pelajarannya membosankan, cara mengajar gurunya kurang menyenangkan, dan adanya pembedaan antara siswa yang satu dengan yang lainnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa sistem pendidikan di SMA Negeri 4 Kendari belum mencapai tingkat maksimal layaknya sebuah sistem pendidikan yang berkualitas.
C. Hasil Analisis Statistik Frekuensi Bolos Siswa SMA Negeri 4 Kendari
1. Hasil Pengumpulan Data
Dalam proses pengumpulan data, hanya beberapa kuesioner yang adapun kuesioner yang tim penulis sebar berjumlah 50 eksamplar, adapun target kuesioner yang dibutuhkan oleh penulis adalah sebanyak 40 eksamplar (80%) dan yang dikembalikan pada tim penulis adalah sebanyak 43 eksamplar (86%) dan yang diikutkan dalam pengolahan data sebanyak 40 eksamplar. Sehingga, sisanya tidak diikutkan dalam proses kualifikasi data. Metode yang dilakukan penulis dalam pengambilan data adalah metode acak (Random Sampling).

2. Pengolahan Data
Sebelum melakukan analisis statistik deskriptif (skala Likert), terlebih dahulu dilakukan proses kuantifikasi data kualitatif. Hasil kuantifikasi data kualitatif dari hasil pengolahan data
Tabel 1
Hasil Kuantifikasi Data Kualitatif
Pernyataan Nomor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Total Skor 121 128 104 81 127 95 132 61 120 122

Dari hasil pengolahan kuantifikasi data kualitatif, penulis mengambil beberapa data yang mewakili dari keseluruhan data. Dan teknik pengambilan data dilakukan dengan mengidentifikasi data yang memiliki skor terkecil.

3. Analisis Data
Dalam proses analisis, digunakan tabel frekuensi jawaban dari setiap pernyataan yang kemudian dikuantifikasi ke dalam bentuk persentase, serta perhitungan skala Likert (lihat Lampiran ).
Berdasarkan analisis deskriptif terhadap frekuensi jawaban sampel pernyataan nomor 3, 4, 6, 8, dan 9 (Lampiran ), maka analisis statistik deskriptif (skala Likert) adalah sebagai berikut:




Tabel 2.
Perhitungan Skala Likert
Jawaban Pernyataan Nomor 1,3, 4, 6, 8, dan 9
Pernyataan Total Skor Total Keterangan
(Frekuensi x Skor)
SS S KS TS
1 17 26 18 16 77 Sangat Setuju
3 9 16 39 40 104 Setuju
4 11 38 24 8 81 Setuju
6 10 24 33 28 95 Setuju
8 28 10 15 8 61 Sangat Setuju
9 7 18 33 52 110 Setuju

KET :
Total skor ideal (frekuensi x skor)
Sangat Setuju (SS) : 40 Kurang Setuju (KS) : 120
Setuju (SS) : 80 Tidak Setuju (TS) : 160

Dari hasil analisis statistik deskriptif diatas, dapat dituliskan dalam skala likert sebagai berikut :







Skala Likert di atas menggambarkan tingkat interpretasi responden sesuai dengan total skor ideal. Skala likert diatas menunjukkan bahwa pernyataan yang diajukan dalam kuesioner merupakan faktor penyebab banyaknya siswa yang membolos sekolah.

Berikut analisis skala Likert dari tiap pernyataan:
 Pernyataan 1:
Skala di atas menunjukkan bahwa responden yang sangat merasa bosan dengan suasana di lingkungan sekolah (42.50%), cukup merasa bosan disekolah (32.50%), sedikit merasa bosan (15.00%) dan ada yang sama sekali tidak merasa bosan berada di lingkungan sekolah(10.00%). Dari jumlah tersebut, dapat di tarik kesimpulan bahwa responden sangat merasa bosan berada di lingkungan sekolah.

 Pernyataan 3:
Skala di atas menunjukkan bahwa responden merasa tidak memiliki memilki masalah dengan guru yang mengajar di kelas (25,00%), yang merasa memiliki sedikit masalah dengan guru (32,05 %), merasa memiliki masalah dengan guru yang mengajar (20 %) dan ada yang sangat bermasalah dengan gurunya ( 22,50 %). Dari jumlah tersebut, dapat di tarik kesimpulan bahwa responden memiliki sedikit masalah dengan guru yang mengajar di kelas.

 Pernyataan 4:
Skala di atas menunjukkan bahwa responden Merasa cara mengajar guru sabgat membosankan (27,50%), merasa membosankan (47,50 %) dan yang merasa sedikit membosankan (20,00%). Tetapi, masih ada responden yang merasa cara mengajar guru tidak membosankan tapi menyenangkan (5,00 %). Dari jumlah tersebut, dapat di tarik kesimpulan bahwa cara mengajar guru di SMA Negeri 4 kendari membosankan.

 Pernyataan 6:
Skala di atas menunjukkan bahwa responden lebih senang dengan kegiatan di luar sekolah di bandingkan kegiatan di sekolah (30,00 %) hingga yang sangat senang dengan kegiatan di luar sekolah ( 25,00 %) dan yang sedikit senang dengan kegiatan di luar sekolah (27,50 %). Tetapi, ada juga responden yang lebih senang dengan kegiatan di sekolah di bandingkan di luar sekolah( 17,50 %). Hal ini menunjukan bahwa kegiatan di luar SMA Negeri 4 Kendari lebih disenangi oleh para siswa di SMA Negeri 4 Kendari.

 Pernyataan 8:
Skala di atas menunjukkan bahwa responden sangat setuju bahwa bolos dapat menurunkan prestasi di kelas ( 70,00%) hingga ada yang setuju (12,50 %) dan kurang setuju bahwa bolos menurunkan prestasi (12,50 %). Tetapi, ada juga yang merasa bahwa bolos tidak menurunkan prestasi di kelas(5,00 %). Hal itu karena jika melakukan bolos, maka sebagian materi pelajaran yang diajarkan saat membolos tidak akan diketahui hingga pada saat diadakannya ujian tidak dapat menjawab pertanyaan dari soal ujian. Dengan kata lain, ketinggalan pelajaran.


 Pernyataan 9:
Skala di atas menunjukkan responden tidak setuju jika SMA Negeri 4 Kendari tidak menyediakan wadah penyaluran bakat (32,00%) hingga kurang setuju ( 27,50%). Tetapi, ada juga responden yang setuju (22.50%) dan sangat setuju (17,00%) bahwa SMA Negeri 4 Kendari tidak menyediakan wadah penyaluran bakat. Dari jumlah tersebut, dapat di tarik kesimpulan bahwa SMA Negeri 4 Kendari sudah menyediakan wadah penyaluran bakat siswa. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya organisasi-organisasi segala bidang yang ada di SMA Negeri 4 Kendari, dan untuk siswa yang merasa bahwa SMA Negeri 4 Kendari tidak menyediakan wadah penyaluran bakat, hal itu karena responden tidak mau dan malas mengikuti organisasi-organisasi tersebut.

Demikianlah proses analisis statistik deskriptif dari seluruh data yang digunakan dalam penelitian ini. Untuk mempermudah penarikan simpulan yang valid dan relevan, dibuat rekapitulasi hasil analisis statistik deskriptif (skala Likert), yang dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.
Rekapitulasi Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Interpretasi Frekuensi skor total skor (frekuensi x skor) total skor ideal
Sangat Setuju 2 1 2 5
Setuju 4 2 8 10
Kurang Setuju 3 0 15
Tidak Setuju 4 0 20
Total 10

Berdasarkan skala Likert dari pernyataan nomor 1, 3, 4, 6, 8 dan 9




Dari skala likert diperoleh informasi bahwa responden setuju akan pernyataan nomor 1, 3, 4, 6, 8 dan 9 merupakan sekian dari berbagi hal yang mampu membuat mereka merasa tidak nyaman berada di sekolah. Sehingga, membuat mereka untuk meninggalkan pelajaran atau membolos.

D. Upaya Pengembangan Sistem Pendidikan di Sekolah melalui Analisis Faktor Penyebab Bolos
Dari faktor penyebab bolos seperti yang telah di bahas dari pembahasan sebelumnya, bahwa faktor penyebab banyaknya siswa yang sering membolos sekolah adalah sebagai berikut.
1. Siswa merasa bahwa kondisi di lingkungan sekolah membosankan.
2. Siswa merasa memiliki masalah dengan guru yang mengajar di kelas.
3. Siswa merasa cara mengajar guru di kelas membosankan.
4. Siswa merasa kegiatan diluar sekolah lebih menyenangkan dari pada kegiatan didalam sekolah.
5. Siswa merasa bahwa sekolah tidak menyediakan suatu wadah penyaluran bakat bagi siswa
Sistem pendidikan di sekolah khususnya di SMA Negeri 4 Kendari belum dapat dikatakan baik karena dalam sistem pendidikan itu masih terdapat berbagai permasalahan yang belum dapat diatasi secara tepat dan seefektif mungkin. Terutama pada kenakalan remaja di sekolah seperti perilaku membolos yang telah menjadi permasalahan yang sulit diatasi oleh pemerintah dan para akademisi. Oleh karena itu, untuk mengupayakan pengembangan sistem pendidikan perlu dilakukan peminimalisiran hal-hal yang menjadi kendala dalam sistem pendidikan. Banyaknya siswa yang membolos merupakan kendala dalam sistem pendidikan. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya dalam pengembangan sistem pendidikan perlu adanya antisipasi terhadap siswa yang membolos sekolah dengan usaha untuk meniadakan faktor-faktor penyebab bolos sehingga dengan adanya upaya-upaya semacam ini dapat mengembangkan sistem pendidikan sekolah.

Berdasarkan hasil kuesioner, diperoleh informasi bahwa 70% siswa yang sering membolos sekolah mengalami penurunan prestasi di sekolah secara signifikan sehingga dengan adanya penggulangan perilaku bolos dapat meningkatkan prestasi siswa-siswa yang sering membolos. Selain itu, penanggulangan perilaku bolos dengan menganalisis faktor penyebab perilaku bolos juga dapat ditujukan sebagai masukan kepada para akademisi di sekolah agar dapat mengembangkan sistem pendidikan di sekolah sehingga perlu dilakukan evaluasi sistem pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan oleh pemerintah.

Salam Pemimpi  ^_^

0 komentar:

Poskan Komentar

Apa Pendapat Anda?