info : HUBUNGAN ANTARA KONSEP-KONSEP DALAM SOSIOLOGI


HUBUNGAN ANTARA KONSEP-KONSEP DALAM SOSIOLOGI
Dalam mnganalisis perubahan sosial budaya dalam masyarakat banyak sekali kosep-konsep yang harus dimengerti dan dipahami. Kosep-konsep tersebut  berpengaruh terhadap dinamika masyarakat.Adapun beberapa konsep-konsep tersebut
1.   Sosialisasi
Sosialisasi yaitu proses seorang individu dari masa kanak-kanakhingga masa tuanya yang belajar pola-pola  tindakan berinterakso dengan segala macam kepribadian individu disekelilingnya yang menduduki beraneka ragam peran dan status dlam kepribadiannya. Dalam proses sosialisasi ini, individu mengenal aturan-aturan yang ada didalam masyarakat sebagai bentuk penyesuaian individu sebagai anggota masyarakat.
2.       Asimilasi (Assimilation)
Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.
Hasil dari proses asimilasi yaitu semakin tipisnya batas perbedaan antarindividu dalam suatu kelompok, atau bisa juga batas-batas antarkelompok. Selanjutnya, individu melakukan identifikasi diri dengan kepentingan bersama. Artinya, menyesuaikan kemauannya dengan kemauan kelompok. Demikian pula antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.

Syarat asimilasi

Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan berikut:
·   terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda.
·   terjadi pergaulan antarindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang relatif lama.
·   Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri

.

Faktor pendorong

Faktor-faktor yang mendorong atau mempermudah terjadinya asimilasi adalah sebagai berikut.
·   Toleransi di antara sesama kelompok yang berbeda kebudayaan
·   Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi
  • Kesediaan menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaan yang   dibawanya.
·   Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
·   Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan universal
·   Perkawinan antara kelompok yang berbeda budaya
·   Mempunyai musuh yang sama dan meyakini kekuatan masing-masing untuk            menghadapi musuh tersebut.

Faktor penghalang

Faktor-faktor umum yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi antara lain sebagai berikut.
  • Kelompok yang terisolasi atau terasing (biasanya kelompok minoritas)
  • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang dihadapi
  • Prasangka negatif terhadap pengaruh kebudayaan baru. Kekhawatiran ini dapat diatasi dengan meningkatkan fungsi lembaga-lembaga kemasyarakatan
  • Perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan kelompok lain. Kebanggaan berlebihan ini mengakibatkan kelompok yang satu tidak mau mengakui keberadaan kebudayaan kelompok lainnya
  • Perbedaan ciri-ciri fisik, seperti tinggi badan, warna kulit atau rambut
  • Perasaan yang kuat bahwa individu terikat pada kebudayaan kelompok yang bersangkutan
  • Golongan minoritas mengalami gangguan dari kelompok penguasa
Contoh proses asimilasi: Ayah Febri berasal dari daerah Madura dan ibu Febri dari Betawi. Perbedaan daerah asal kedua orang tua Febri menimbulkan perbedaan budaya (perbedaan bahasa, kebiasaan, atau adat istiadat) diantara keduanya. Namun dengan berjalannya waktu, orang tua Febri dapat menyesuaikan diri dan saling bertoleransi sehingga tidak menimbulkan konflik atau permusuhan.
3.       Inovasi
1. Definisi Inovasi
·         Inovasi adalah perubahan yang direncanakan, yang bertujuan untuk memperbaiki praktek-praktek.
·         Inovasi adalah memperkenalkan ide baru, barang baru, pelayanan baru dan cara-cara baru yang lebih bermanfaat.
·         Inovasi adalah ciptaan-ciptaan baru (dalam bentuk materi) yang memiliki nilai ekonomi yang berarti (signifikan), yang umumnya dilakukan oleh perusahaan atau kadang-kadang oleh para individu (Edquist, 2001, 1999);
  • Inovasi adalah memperkenalkan ide baru, barang baru, pelayanan baru dan cara-cara baru yang lebih bermanfaat.
  • Inovasi adalah elemen baru yang diperkenalkan dalam jaringan yang dapat mengubah, meskipun hanya sesaat, baik harganya, pelakunya, elemen-nya atau simpul dalam jaringan.
  • Inovasi adalah transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru; tindakan menggunakan sesuatu yang baru (Rosenfeld, 2002);
  • Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 tahun 2002).
  • Kata inovasi dapat diartikan sebagai “proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/ mobilisasi pengetahuan keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).
Kata kunci dalam inovasi adalah perubahan. Perubahan dapat diimplementasikan dalam kaitannya dengan semua jenjang dan sektor di bidang yang bersangkutan. Kata kunci lainnya dalam pengertian inovasi adalah baru. Santoso S. Hamijoyo dalam Cece Wijaya dkk (1992 : 6) menjabarkan bahwa kata baru diartikan sebagai apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh si penerima pembaharuan, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain. Akan tetapi, yang lebih penting dari sifatnya yang baru adalah sifat kualitatif yang berbeda dari sebelumnya. Kualitatif berarti bahwa inovasi itu memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali dalam bidang yang mendapat inovasi.
Menurut saya, Inovasi adalah suatu proses mengenai suatu kegiatan perubahan yang direncanakan, dari suatu kreatifitas dengan memunculkan ide-ide baru, gagasan-gagasan yang baru, yang bertujuan untuk memperbaiki sesuatu hal, baik yang sudah ada sebelumnya maupun yang belum pernah ada sama sekali. Inovasi dapat menyangkut berbagai bidang dan aspek. Dalam suatu organisasi pun perlu adanya sebuah inovasi, terutama dalam bidang pendidikan. Inovasi ini sangat berperan dalam merancang system yang sudah ada, maupun yang belum ada. Sistem inovasi pada dasarnya merupakan sistem (suatu kesatuan) yang terdiri dari sehimpunan aktor, kelembagaan, jaringan, kemitraan, hubungan interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi dan (termasuk teknologi dan praktik baik/terbaik) serta proses pembelajaran. Inovasi dapat berupa proses, maupun produk.Hal penting adalah bahwa istilah sistem inovasi tidak hanya menyangkut ”inovasi” saja, tetapi juga difusinya dan proses pembelajaran yang terjadi (tentu termasuk konteks pendidikan/ pelatihan, kelitbangyasaan, dan lainnya). Sistem inovasi menunjukkan cara pandang/ pendekatan sistem (system approach) tentang konteks obyek yang ditelaah, termasuk isu atau implikasi kebijakannya.
2. Perbedaan inovasi, invention dan discovery
Inovasi kadang diartikan sebagai penemuan, namun berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti discovery atau invention (invensi). Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui. Prof. Dr. Anna Poejiadi (2001) memberikan penjelasan: Secara harfiah to discover berarti membuka tutup. Artinya sebelum dibuka tutupnya, sesuatu yang ada di dalamnya belum diketahui orang. Contohnya, penemuan Benua Amerika disebut sebagai discovery dan penemuan hukum-hukum alam seperti gravitasi atau relativitas umum juga disebut demikian.Sedangkan invention adalah penemuan yang benar-benar baru sebagai hasil kegiatan manusia. Invention yang dalam kamus didefinisikan sebagai menciptakan sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Contoh kasarnya begini: sebelumnya orang menerangi dunia dengan obor, lalu Thomas Alva Edison membuat bohlam lampu. Ini adalah sebuah invention, dari tidak ada menjadi ada.
Inovasi adalah memperkenalkan ide baru, barang baru, pelayanan baru dan cara-cara baru yang lebih bermanfaat. Amabile et al. (1996) mendefinisikan inovasi yang hubungannya dengan kreativitas adalah: Inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Inovasi kadang pula diartikan sebagai penemuan, namun berbeda maknanya dengan penemuan dalam
Discovery adalah penyingkapan tentang suatu sifat baru dari suatu material atau benda yang sudah dikenal atau sebelumnya sudah ada secara alami. Sementara itu, invensi (invention) adalah penemuan berupa ide yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, yang dapat berupa proses atau hasil produksi atau penyempurnaan dan pengembangan proses atau hasil produksi. Invensi dapat dipatenkan, sedangkan discovery tidak.
Inovasi diartikan penemuan dimaknai sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang baik berupa discovery maupun invention untuk mencapai tujuan atau untuk memecahkan masalah tertentu. Dalam inovasi tercakup discovery dan invention.
Contoh Inovasi
1. penemuan pesawat terbang yang ditemukan oleh bangsa Eropa pada abad ke-19, hasil inovasi tersebut telah menyebar ke berbagai negara, bahkan ke Indonesia.
2. berupa memperoleh berbagai peralatan yang serba modern secara lebih banyak dan lebih baik daripada yang sudah dipunyai, kondisi kehidupan yang lebih nyaman dan nikmat), dan memberikan jalan-jalan yang dapat memungkinkan dilaksanakannya usaha-usaha untuk memperbaiki kondisi- kondisi sosial dalam masyarakat.
3. pemasukkan traktor di pulau Bali, jika sekiranya traktor tersebar di pedesaan dan mekanisasi atau mesinisasi pertanian berjalan sebagaimana yang direncanakan, maka harus disediakan sarana-sarana antara lain, bahan bakar untuk traktor, spare parts, bengkel-bengkel, montir-montir dll.
Contoh Discovery
1. Penemuan obat khasiat buah kina sebagai obat penyembuh sakit malaria.
2. diciptakannya robot “Da Vinci” yang digunakan untuk mengangkat fibroid (tumor dalam rahim perempuan)
Contoh Invention
1. penemuan pesawat radio dapat menyebabkan perubahan2 bidang lain, seperti pendidikan, pemerintahan, pertanian, perekonomian, jasa dll.
2. penemuan pesawat dapat membawa pengaruh pada sistem transportasi udara, yang kemudian dapat mempengaruhi alat tempur, selanjutnya mempengaruhi bagi perubahan organisasi militer dan seterusnya.
3. Penemuan kapal laut, peta bumi, dan alat penentu arah (kompas) dapat menumbuhkan sikap kolonialisme.
A.  Pengertian Inovasi
Menurut etimologi, inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘pembaharuan; perubahan (secara) baru’. Inovasi adakalanya diartikan sebagai penemuan, tetapi berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti diskoveri atau invensi. Diskoveri mempunyai makna penemuan sesuatu yang sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui orang; contohnya penemuan benua Amerika. Sebenarnya, benua Amerika sudah ada sejak dahulu, tetapi baru ditemukan pada tahun 1492 oleh orang Eropa yang bernama Columbus. Invensi adalah penemuan yang benar-benar baru sebagai hasil kreasi manusia; contohnya teori belajar, mode busana, dan sebagainya. Inovasi adalah suatu ide, produk, metode, dan seterusnya yang dirasakan sebagai sesuatu yang baru, baik berupa hasil diskoveri atau invensi yang digunakan untuk tujuan tertentu.

Rogers dan Shoemaker mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran. Pengertian baru di sini, mengandung makna bukan sekadar baru diketahui oleh pikiran (cognitive), melainkan juga baru karena belum dapat diterima secara luas oleh seluruh warga masyarakat dalam arti sikap (attitude) dan juga baru dalam pengertian belum diterima dan diterapkan oleh seluruh warga masyarakat setempat.

Pengertian inovasi tidak hanya terbatas pada benda atau barang hasil produksi, tetapi juga mencakup sikap hidup, perilaku, atau gerakan-gerakan menuju proses perubahan di dalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat. Jadi, secara umum, inovasi berarti suatu ide, produk, informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilai-nilai, dan praktik-praktik baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan/diterapkan oleh sebagian besar warga masyarakat dalam suatu lokalitas tertentu, yang dapat digunakan atau mendorong terjadinya perubahan-perubahan di segala aspek kehidupan masyarakat demi terwujudnya perbaikan mutu setiap individu dan seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.

Fullan mengemukakan bahwa tahun 1960-an adalah era banyak inovasi pendidikan kontemporer diadopsi, seperti matematika, kimia, fisika baru, mesin belajar (teaching machine), pendidikan terbuka, pembelajaran individu, pengajaran secara tim (team teaching), termasuk sistem belajar mandiri.

B.  Karakteristik Inovasi
Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi:
1.  keunggulan relatif (relative advantage)
2.  kompatibilitas (compatibility)
3.  kerumitan (complexity)
4.  kemampuan diujicobakan (trialability)
5.  kemampuan untuk diamati (observability)

Keunggulan relatif adalah derajat di mana suatu inovasi dianggap lebih baik/ unggul daripada yang pernah ada. Hal ini dapat diukur dari beberapa segi, seperti segi ekonomi, prestise sosial, kenyamanan, dan kepuasan. Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi, semakin cepat inovasi tersebut dapat diadopsi.

Kompatibilitas adalah derajat di mana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu, dan kebutuhan pengadopsi. Sebagai contoh, jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible).

Kerumitan adalah derajat di mana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya. Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi, semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi.

Kemampuan untuk diujicobakan adalah derajat di mana suatu inovasi dapat diuji coba batas tertentu. Suatu inovasi yang dapat diujicobakan dalam seting sesungguhnya umumnya akan lebih cepat diadopsi. Jadi, agar dapat dengan cepat diadopsi, suatu inovasi harus mampu mengemukakan keunggulannya.

Kemampuan untuk diamati adalah derajat di mana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain. Semakin mudah seseorang melihat hasil suatu inovasi, semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut mengadopsi.

Semakin besar keunggulan relatif, kesesuaian, kemampuan untuk diujicobakan, dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya, semakin cepat inovasi dapat diadopsi.

Rogers (1983) mengemukakan ada empat faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi:
1.  struktur sosial (social structure)
2.  norma sistem (system norms)
3.  pemimpin opini (opinion leaders)
4.  agen peubah (change agent)

Struktur sosial adalah susunan suatu unit sistem yang memiliki pola tertentu. Struktur ini memberikan keteraturan dan stabilitas perilaku setiap individu (unit) dalam suatu sistem sosial tertentu. Struktur sosial juga menunjukkan hubungan antaranggota dari sistem sosial. Hal ini dapat dilihat pada struktur organisasi suatu perusahaan atau struktur sosial masyarakat suku tertentu. Penelitian yang dilakukan oleh Rogers dan Kincaid di Korea menunjukkan bahwa adopsi suatu inovasi dipengaruhi oleh karakteristik individu dan juga sistem sosial tempat individu tersebut berada.

Norma adalah suatu pola perilaku yang dapat diterima oleh semua anggota sistem sosial yang berfungsi sebagai panduan atau standar bagi semua anggota sistem sosial. Sistem norma juga dapat menjadi faktor penghambat untuk menerima suatu ide baru. Hal ini sangat berhubungan dengan derajat kesesuaian (compatibility) inovasi dengan nilai atau kepercayaan masyarakat dalam suatu sistem sosial. Jadi, derajat ketidaksesuaian suatu inovasi dengan kepercayaan atau nilai-nilai yang dianut oleh individu (sekelompok masyarakat) dalam suatu sistem sosial berpengaruh terhadap penerimaan suatu inovasi.

Pemimpin opini yaitu orang-orang tertentu yang mampu mempengaruhi sikap orang lain secara informal dalam suatu sistem sosial. Pemimpin opini dapat menjadi pendukung inovasi atau sebaliknya, menjadi penentang. Ia (mereka) berperan sebagai model di mana perilakunya (baik mendukung atau menentang) diikuti oleh para pengikutnya.
Jadi, pemimpin opini (opinion leaders) memainkan peran dalam proses keputusan inovasi.

Agen peubah merupakan bentuk lain dari pemimpin opini. Mereka sama-sama orang yang mampu mempengaruhi sikap orang lain untuk menerima suatu inovasi. Akan tetapi, agen peubah lebih bersifat formal yang ditugaskan oleh suatu agen tertentu untuk mempengaruhi kliennya. Agen peubah adalah orang-orang profesional yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan tertentu untuk mempengaruhi kliennya. Dengan demikian, kemampuan dan keterampilan agen peubah berperan besar terhadap diterima atau ditolaknya inovasi tertentu. Sebagai contoh, lemahnya pengetahuan tentang karakteristik struktur sosial, norma dan orang kunci dalam suatu sistem sosial (misal: suatu institusi pendidikan), memungkinkan ditolaknya suatu inovasi walaupun secara ilmiah inovasi tersebut terbukti lebih unggul dibandingkan dengan yang sedang berjalan saat itu.

Asimilasi 

Di Indonesia, sejak awal abad pertama Masehi, interaksi antara orang Cina dengan masyarakat pribumi berlangsung selama berabad-abad. Unsur-unsur Cina melebur dengan unsur-unsur lainnya. Mereka hidup membaur dan membawa kebudayaan masing-masing.  
Orang Tionghoa hidup dengan berdagang, bertani, dan menjadi tukang. Umumnya, mereka tidak membawa isteri dari Tiongkok. Mereka mengawini perempuan Jawa atau Melayu, atau membeli budak untuk dijadikan gundik atau isteri. Pada zaman itu, ada aturan perempuan dilarang pergi ke luar Tiongkok.  
Sejarawan Prancis, Prof Dr Denys Lombard, dalam bukunya “Nusa Jawa: Silang Budaya” menyebut, asimilasi kebudayaan Cina dan kebudayaan-kebudayaan lain di Nusantara berlangsung sangat mulus dan alami. Jawa, sebelum masa kolonialisme Belanda, adalah ruang yang reseptif bagi terjadinya perjumpaan kebudayaan dari berbagai negeri. “Sulit menelusuri sejarah kelompok-kelompok Cina yang pertama,” tulis Lombard.  
Pencinaan kembali   
Proses asimilasi bangsa Cina dengan masyarakat setempat yang berjalan begitu natur selama berabad-abad tersendat, kalau tidak ingin dibilang putus, memasuki paruh pertama abad ke-18 dan awal abad ke-19. Pada abad ini, identitas kecinaan di tanah Jawa mulai muncul. Situasi ekonomi dan politik di daratan Tiongkok, meningkatnya arus pelayaran sebagai akibat dari dibukanya terusan Suez di pertengahan abad ke-19,   dan mulai berkuasanya Belanda atas tanah Hindia membuat bangsa Cina mengalami fase pencinaan kembali.  
Lombard mencatat tiga peristiwa penting di atas sebagai faktor yang sangat mempengaruhi dialektika budaya masyarakat Cina di tanah Jawa. Pertama, memburuknya situasi perekonomian Cina di penghujung kekuasaan dinasti Qing pada akhir abad 19. Pertanian di Cina mandeg dan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan pangan penduduk yang semakin banyak jumlahnya.  
Pada waktu yang bersamaan, pemerintah Hindia Belanda membuka tambang-tambang baru yang memerlukan tenaga kerja yang banyak. Memburuknya situasi ekonomi di negeri sendiri mendorong bangsa Cina berbondong-bondong datang ke Hindia Belanda. Pada awal abad 19, jumlah orang Cina yang menetap di Batavia berjumlah 100.000 dan berkembang menjadi 500.000 pada akhir abad ke 19.  
Bisa dipahami kemudian jika meningkatnya jumlah masyarakat Cina dan pengelompokan suku bangsa yang dilakukan Belanda meningkatkan kesadaran akan identitas mereka sebagai kelompok tersendiri. Di pihak lain, kehadiran mereka pun tidak diterima baik oleh masyarakat setempat. Mereka pun mengembangkan kebudayaan mereka sendiri sebagai sebuah bangsa. Kelenteng tumbuh berpuluh-puluh selama beberapa dasarwarsa menjadi simbol identitas budaya. Kelenteng juga menjadi tempat pertemuan atau klub.
Perkembangan kedua yang menjadi faktor terjadinya pencinaan kembali, menurut Lombard, adalah dibukanya terusan Suez pada tahun 1865. Jalur baru yang dibuka ini meningkatkan emigrasi besar-besaran    wanita-wanita Cina. Ada yang berlayar ke Hindia Belanda dengan paksaan. Mereka terutama gadis-gadis malang yang diculik dan dikirim ke rumah-rumah pelacuran di Laut Cina Selatan. Ada pula yang beremigrasi karena menghindari kawin paksa. Namun, dorongan utama emigrasi adalah kesulitan hidup yang mereka alami di negeri asalnya.  
Bisa ditebak, kehadiran wanita Cina dalam jumlah besar itu berpengaruh sangat besar dalam proses perkawinan. Lelaki-lelaki Cina yang sebelumnya tidak mempunyai pilihan lain selain mengawini wanita pribumi, kemudian cenderung mengambil wanita satu negeri sebagai isteri. Asimilasi yang sebelumnya terjadi karena proses perkawinan campur terhenti dan pencinaan terjadi melalui rumah tangga.
Perkembangan ketiga, masih menurut Lombard, bersifat lebih politis, yaitu berkaitan dengan perkembangan situasi di Cina sendiri. Pergolakan anti Manchuria dan bangkitnya nasionalisme Cina membangkitkan pula semangat identitas sebagai bangsa di perantauan. Mulai meredupnya era kedinastian dan proklamasi republik yang dideklarasikan oleh Dr Sun Yat Sen menumbuhkan semangat nasionalisme kaum perantauan. Terbitnya semangat nasionalisme ini kemudian semakin dibangkitkan dengan ekspansi yang dilakukan Jepang di daratan Cina.  
Kegamangan dan asimilasi paksa
Entitas yang mulai tumbuh sebagai sebuah bangsa mendadak menjadi gamang ketika Perang Dunia II berakhir. Berakhirnya rezim kolonial dan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sontak membuat orang bertanya tentang status kelompok masyarakat mereka yang sejak zaman kolonial terbiasa membentuk kelompok tersendiri. Dalam perkembangan republik ini, identitas Cina menjadi baju panas untuk dikenakan.  
Pasca kemerdekaan Indonesia, asimilasi yang tehenti di zaman kolonial coba diteruskan. Namun proses asimilasi yang dilakukan menjadi sesuatu yang dipaksakan dan banyak dirasakan sebagai pemerkosaan hak asasi. Asimilasi adalah Indonesianisasi. Atas nama asimilasi tersebut pemerintahan pertama Republik Indonesia mengeluarkan peraturan penggantian nama. Tidak hanya soal  nama, pada tahun 1967 rezim Orde Baru mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang perayaan-perayaan pesta agama dan adat istiadat Cina. Begitulah, selama 32 tahun identitas kecinaan menjadi sesuatu yang tabu untuk ditunjukkan.  

4.       Difusi

Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur  sejarah keseluruhan dunia bersamaan dengan penyebaran dan imigrasi kelompok-kelompok manusia di muka bumi.
B. Contoh difusi
Contohnya : Keberadaan HP bukan lagi menjadi barang mewah. Kebanyakan orang membutuhkan hp untuk berinteraksi. Loket yang menjual vocer pulsa merambah kepelosok kampung. Orang tidak lagi tabu memamerkan ponsel bermerek. Apa artinya? Sistem jaringan ponsel itu dikuasai oleh asing. Setiap mereka yang berinteraksi melalui HP diketahui oleh Amerika. Informasi dari penduduk tersadap lewat jaringan ponsel/telepon. Akibatnya, Negara Amerika lebih mudah mengintervensi pasar, mengetahui lebih banyak keadaan. Mengerti kemana arah penduduk.
difusi budaya juga mencengkram musnahnya etika pergaulan. Dekadensi moral telah nampak seiring maraknya pergeseran norma pergaulan. Contoh, pergeseran pergaulan bebas tengah merambah di kalangan remaja. Kasus mahasiswi yang berhenti kuliah karena hamil di luar nikah, atau terlibat narkoba dan perkelahian dll. Kasus kenakalan remaja begitu mudah ditelusuri didunia sekolah dan kampus. Demikian juga di masyarakat umum tidak kalah genting. Kasus maraknya affair antar rekan kerja menjadi trendi ditengah kota. Anehnya, pelakunya kebanyakan mereka yang banyak uang dan memiliki kekuasaan. Pelaku merasa tidak berdosa dengan pergaulan yang mengarah seks bebas. Apa akibat pergaulan bebas ini? Meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS serta kecanduan narkoba setiap tahunnya. Ironisnya, seks bebas makin tumbuh menjadi ajang bisnis industri seks. Bisnis yang menjual nafsu birahi seksual. Bisnis memanjakan kehidupan semau gue. Bisnis esek-esek menggiurkan daya jualnya. Bisnis prostitusi seolah berlindung di balik baju pariwisata. Bisnis prostitusi mengelabuhi nilai budaya setempat.

Kemudian, bagaimana kita mesti keluar dari penjajahan yang mengakibatkan difusi budaya? Pertama, kita mesti bersatu padu. Musuh kapitalisme telah datang di depan mata. Para ilmuwan perlu bersatu padu untuk bangkit. Bangkit mengelola dan menggali nilai budaya lokal. Menggali ciri khas budaya yang hidup di tengah tradisi masyarakat. Melestarikan kekayaan budaya sebagai karakter pribadi bangsa. Mewariskan generasi muda dengan khazanah kebangsaan dan kesatuan.
Kedua, Melawan tirani kapitalisme global dengan berhenti berhutang keluar negeri. Warga Indonesia harus disadarkan dengan realitas ini. Realitas kejam yang siap menggilas orang-orang yang lemah dan terbelakang. Memanjakan rakyat dengan uang hutang akan menjerat generasi mendatang. Menumpuk hutang ke luar negeri sama halnya dengan menggali kuburan sendiri. Berhutang ke luar negeri seperti menabur jala kematian. Kematian membuat keputusan penting dalam pembangunan. Kematian bernegosiasi. Hutang luar negeri membuat bangsa kita bergantung sepanjang jalan. Berhutang membuat bangsa Indonesia dalam cengkraman penjajahan kapitalisme. Bangsa yang dikuasai bangsa asing.

Ketiga, Pemerintah perlu mensosialisasikan cara hidup sederhana. Bagaimana caranya? Aparat Pemerintah harus lebih dulu menunjukkan contoh hidup hemat dan tidak bermegah-megahan dalam kesehariannya. Sanggupkah pejabat kita berubah? Sedang dalam kenyataannya kapitalisme terus memanjakan mereka dengan fasilitas kekayaan melimpah ruah. Pundi-pundi hadiah mewah diberikan ke kantong-kantong aparat pemerintah. Alih-alih, pejabat menjadi teladan atas kesederhanaannya, yang terjadi justru maraknya pejabat aji mumpung. Mumpung masih menjabat, mengeruk kekayaan tiada puasnya. Menyelundupkan BBM bukti konkritnya. Bukankah itu suatu pertanda, sebagian mental aparat lebih mementingkan melayani bangsa asing dari pada bangsa sendiri? Ironinya, kejadian itu terus berulang-ulang kali menuai bencana berkepanjangan dinegeri tercinta.


0 komentar:

Poskan Komentar

Apa Pendapat Anda?