info : Menghubungkan Pembentukan Keperibadian Dengan Kebudayaan (makalah)


Menghubungkan Pembentukan Keperibadian Dengan Kebudayaan

            Sebelum kita membahas tentang hubungan pembentukan keperibadian dengan kebudayaan, kita terlebih dahulu harus mengetahui apa definisi dari keperibadian dan Kebudayaan.

1.     Pengertian Keperibadian
Menurut Koentjaraningrat, kepribadian adalah beberapa ciri watak yang diperlihatkan seseorang secara lahir, konsisten, dan konsekuen dalam bertingkah laku, sehingga individu memiliki identitas khusus yang berbeda dengan orang lain. Adanya kepribadian dalam diri seseorang tidaklah semata-mata diperoleh sejak lahir, namun lingkungan sosial ikut berperan dalam pembentukannya. Dalam hal ini, kepribadian seseorang diperoleh karena adanya proses sosialisasi di mana individu belajar dari lingkungan sosial sedikit demi sedikit, bagaimana bertingkah laku dan mengenal kebudayaan masyarakat. Misalnya, anak belajar bergaul, menghormati orang tuanya, menghormati hak milik orang lain, berlaku jujur, rajin beribadah, dan lain-lain. Menurut George Herbert Mead menyatakan bahwa kepribadian manusia terjadi melalui perkembangan diri. Perkembangan kepribadian dalam diri seseorang berlangsung seumur hidup. Menurutnya, manusia yang baru lahir belum mempunyai diri. Diri manusia akan berkembang secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat. Beberapa definisi keperibadian menurut para ahli :
1.      Menurut Cuber, Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.
2.      Menurut M.A.W. Browen, Kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap-sikap seseorang.
3.      Menurut Theodore R. New Combe, Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap (prespositions) yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.
4.      Menurut Yinger, Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.

Dari berbagai pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kepribadian (personality) adalah ciri-ciri dan sifat khas yang mewakili sikap atau tabiat seseorang yang mencakup pola-pola pemikiran dan perasaan, konsep diri, perangai, mentalitas, yang umumnya sejalan dengan kebiasaan umum.

Kepribadian tidak akan tumbuh jika seorang individu tidak memiliki pengalaman-pengalaman sosial. Di dalam kelompok sosial seorang individu akan mempelajari berbagai nilai, norma, dan sikap. Dengan mengetahui dari mana lingkungan sosial seseorang berasal, dapat diketahui kepribadian seseorang tersebut. Dengan kata lain, sosialisasi berperan dalam membentuk kepribadian seseorang. Jika proses sosialisasi berlangsung dengan baik, maka akan baik pula kepribadian seseorang. Begitu sebaliknya, jika sosialisasi berlangsung kurang baik, maka kurang baik pula kepribadian seseorang. Misalnya, seorang anak yang berasal dari keluarga yang broken home tentunya si anak mengalami sosialisasi yang kurang baik, akibatnya anak tersebut menjadi nakal. Dengan demikian, proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi baik di lingkungan keluarga, teman sepermainan, lingkungan sosial, lingkungan kerja, maupun lingkungan masyarakat luas.

Setiap kelompok manusia memiliki nilai-nilai, norma-norma, dan adat istiadat. Kelompok manusia secara sadar atau tidak berupaya memengaruhi anggota-anggotanya untuk dapat menyesuaikan diri dengan kelompoknya. Setiap kelompok mewariskan pengalaman khasnya, sehingga menimbulkan kepribadian khas anggota masyarakat tersebut.

Kepribadian berkaitan dengan peranan dan kedudukan seseorang dalam berbagai kelompok, sehingga memengaruhi kesadaran dirinya. Kepribadian memberikan identitas yang khas pada diri seseorang sebagai individu yang unik.

Adapun unsur-unsur kepribadian sebagai berikut.
1.      Pengetahuan
Pengetahuan mengisi akal pikiran manusia secara sadar. Pengetahuan individu terisi dengan fantasi, pemahaman, dan konsep lahir dari pengamatan dan pengalaman mengenai berbagai macam hal yang berbeda dengan lingkungan individu tersebut. Semua itu terekam dalam otak dan sedikit diungkap individu melalui bentuk perilaku.

2.      Perasaan
Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang menghasilkan penilaian positif atau negatif terhadap sesuatu yang dipengaruhi oleh pengetahuan. Pengetahuan selalu bersifat subjektif karena adanya unsur-unsur penilaian, yang bisa jadi berbeda dengan penilaian orang lain. Perasaan selalu mengisi penuh kesadaran manusia dalam hidupnya.

3.      Dorongan Naluri
Dorongan naluri adalah merupakan kemampuan yakni kecenderungan pada setiap manusia untuk menanggapi suatu rangsangan dengan pola yang teratur.

Menurut Sigmund Freud, kepribadian terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
1.      Id, adalah bagian diri seseorang yang bersifat tidak sadar, naluriah, impulsif (mudah terpengaruh oleh gerak hati) dan tidak disosialisasikan.
2.      Ego, merupakan perwakilan bagian dari diri yang bersifat sadar dan rasional, ego sering disebut sebagai penjaga pintu kepribadian, karena ia menjaga antara interaksi Id dengan Superego.
3.      Superego, merupakan perwakilan bagian diri yang telah menyerap nilai-nilai kultur dan berfungsi sebagai suara hati. Misalnya: seorang yang kelaparan membayangkan akan makan semua makanan yang ia hadapi (keinginan untuk makan disebut id), secara sadar ia berusaha mencari makan (berusaha mencari makanan disebut ego), upaya pencarian makanan didasari oleh nilai-nilai dan norma yang berlaku yakni makanan tersebut diperoleh secara wajar, halal, dan sesuai norma yang berlaku (pertimbangan nilai dan norma disebut super ego).

Faktor-Faktor Pebentukan Keperibadian
Kepribadian seseorang terbentuk dari hasrat-hasrat biologis dan bakat-bakat naluri yang sudah ada. Kepribadian baru akan berkembang sepenuhnya melalui proses belajar terhadap lingkungan sosial. Perkembangan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu sebagai berikut.
a.      Faktor Keturunan (Heredity) Warisan Biologis
Semua manusia yang normal dan sehat memiliki persamaan biologis tertentu, seperti memiliki dua tangan, pancaindra, kelenjar seksual, dan otak yang rumit. Persamaan biologis ini membantu menjelaskan beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku semua orang.
Setiap orang memiliki warisan biologis yang berbeda satu dengan lainnya. Faktor keturunan berperan terhadap keramahtamahan, perilaku kompulsif (dipaksakan), dan kemudahan dalam pergaulan sosial. Akan tetapi factor keturunan tidak berpengaruh terhadap terbentuknya kepemimpinan, pengendalian diri, dorongan hati, sikap, dan nilai.
Faktor keturunan yang berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian yang terpenting adalah perbedaan intelegensi dan kematangan biologis.
Bakat memerlukan anjuran, pelatihan, dan pengajaran untuk dapat dikembangkan dalam kehidupan sosial. Misalnya seseorang yang memiliki bakat menyanyi belum tentu ia kelak menjadi penyanyi jika tidak dilatih secara terus-menerus dan dikembangkan dalam lingkungan kehidupan.

b.      Faktor Lingkungan Alam (Natural Environmental)
Keadaan lingkungan alam seperti perbedaan iklim, topografi, dan sumber daya alam mengharuskan manusia mampu menyesuaikan diri. Dengan adanya proses penyesuaian diri itulah maka akan muncul bentuk kebudayaan yang dipengaruhi oleh alam.
Misalnya olahraga ski muncul pada masyarakat yang lingkungan alamnya mengalami musim salju. Kebudayaan masyarakat yang hidup di pantai berbeda dengan masyarakat yang hidup di pegunungan atau hutan belantara. Melalui proses penyesuaian diri manusia membentuk sikap dan tindakan yang berbeda dengan manusia lainya.
c.       Faktor Sosial (Social Environment)
Di samping keadaan alam memengaruhi kebudayaan, kebudayaan pun bisa memengaruhi alam. Perbedaan kebudayaan dalam setiap masyarakat dapat memengaruhi kepribadian seseorang.
Misalnya kebudayaan petani, kebudayaan kota, dan kebudayaan industri tertentu memperlihatkan corak kepribadian yang berbeda-beda.
Di masyarakat kadang-kadang terdapat karakteristik kepribadian umum, namun tidak berarti semua anggota termasuk di dalamnya. Kepribadian umum merupakan serangkaian ciri kepribadian yang dimiliki oleh sebagian besar anggota kelompok sosial yang bersangkutan.
d.      Faktor Kelompok Manusia (Group)
Kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh adanya kelompok manusia lainnya. Hal itu dikarenakan kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak mungkin dapat hidup sendiri. Kelompok manusia pertama yang memengaruhi kepribadian anak adalah keluarga, tetangga, teman sepermainan, dan sekolah.



2.     Pengertian Kebudayaan

Menurut pendapat M. J. Herkovits, budaya merupakan sesuatu yang superorganik karena bersifat turun-temurun meskipun masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan adanya kelahiran dan kematian. Budaya secara langsung dapat memengaruhi perilaku dan kepribadian yang disebabkan adanya kelahiran dan kematian. Budaya langsung memengaruhi perilaku dan kepribadian individu karena individu tinggal dalam lingkungan masyarakat yang memiliki budaya itu.
Kebudayaan dapat pula diartikan sebagai pola-pola tindakan yang sering diulang-ulang yang akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan-kebiasaan ini digunakan untuk memberikan arah kepada individu ataupun kelompok, bagaimana seharusnya ia berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain bahkan, telah menjadi tuntutan masyarakat di mana pun dan dalam kurun waktu kapan pun. Oleh karena itu, kebiasaan-kebiasaan melekat dalam diri masyarakat, diperkenalkan dan dipelajari oleh individuindivitu secara terus-menerus.


3.      Hubungan Pembentukan Keperibadian Dengan Kebudayaan

Kepribadian seseorang banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan media massa. Tidak aneh apabila ada anak yang telah dibekali oleh orang tuanya dengan beragam nilai dan norma, menjadi berantakan karena bergaul dengan lingkungan yang tidak sehat. Apalagi di era globalisasi ditandai dengan pergaulan bebas. Nilai dan norma yang telah ditanamkan oleh kedua orang tua seakan-akan menjadi absurd dan ketinggalan zaman.

Kepribadian ada yang selaras dan tidak selaras dengan lingkungan alam maupun dengan lingkungan sosial. Keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan alamnya dapat dipahami dari kedudukan alam sebagai tempat hidup dan yang memberi hidup manusia. Ada tujuh pokok makna lingkungan alam bagi manusia, yaitu sebagai berikut.
1.      Manusia memiliki ikatan dengan lingkungan alam.
2.      Motivasi etis dapat mendasari kecintaan terhadap alam yang berdasarkan rasa keindahan.
3.      Alam menghidupi manusia.
4.      Alam merupakan serikat bagi manusia dalam hal mempertahankan diri.
5.      Alam menjadi sumber materi genetik.
6.      Alam memiliki arti penting bagi pengetahuan dan pendidikan.
7.      Alam menjadi sumber kesehatan, rekreasi, serta kesenian.

Lingkungan sosial terdiri atas individu maupun kelompok yang berada di sekitar manusia. Di dalam masyarakat akan dijumpai lapisan-lapisan sosial yang menghasilkan kepribadian masing-masing. Individu disebut berkepribadian jika pola perilaku khas diproyeksikan pada suatu lingkungan sosialnya. Perilaku individu diharapkan selaras dengan lingkungan sosialnya dalam situasi tertentu sebagai berikut.

1.      Individu Dengan Keluarga
Peranan individu ditentukan adat istiadat, norma-norma, dan nilai-nilai serta bahasa yang ada pada keluarga melalui proses sosialisasi dan internalisasi.

2.      Individu Dengan Lembaga
Posisi dan peranan individu dalam lembaga sosial sudah dibakukan berdasarkan moral, adat atau hukum yang berlaku.

3.      Individu Dengan Masyarakat
Posisi dan peranan individu dalam komunitas tidak lagi bersifat langsung, sebab perilakunya sudah tertampung atau diredam oleh keluarga dan kebudayaan yang mencakup dirinya.

4.      Individu Dengan Negara
Posisi individu dalam suatu negara sebagai warga negara.

Melalui proses yang panjang, kepribadian seseorang terbentuk seiring dan sesuai dengan kebudayaan setempat melalui perantara lapisan-lapisan sosial di atas. Oleh karena itu, kebudayaan antarsatu daerah dengan daerah lain berbeda, maka dapat dipastikan kepribadian dari dua kebudayaan tersebut berbeda pula. Misalnya, seorang yang berasal dari suku Jawa tentu memiliki kepribadian yang berbeda dengan seorang yang berasal dari suku Batak. Orang yang berasal dari suku Jawa terkesan lebih halus dan lembut. Namun, orang Batak terkesan tegas dan keras. Perbedaan ini menunjukkan adanya pengaruh kebudayaan terhadap pembentukan kepribadian seseorang.
Kepribadian yang menyimpang atau tidak selaras dengan lingkungan alam adalah menunjukkan perilaku manusia yang memanfaatkan lingkungan alam secara tidak benar sehingga menimbulkan bencana alam yang pada gilirannya justru akan mengancam kelestarian hidup manusia itu sendiri. Pencemaran lingkungan alam, penggundulan hutan, merupakan contoh-contoh kepribadian yang tidak selaras dengan lingkungan alam sehingga menimbulkan kesengsaraan.

Kepribadian yang tidak selaras dengan lingkungan sosial mewujudkan pola perilaku yang menyimpang yang membuat keresahan masyarakat, misalnya kenakalan remaja, tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba yang semuanya merupakan penyakit masyarakat.


DAFTAR PERTANYAAN
1.      Ada juga keluarga broken home yang keperibadiannya baik. Apa yang menyebabkan keluarga broken home tersebut berkeperibadian baik?
2.      Apa yang dimaksud organisasi sikap-sikap dalam pembentukan keperibadian?
3.      Menurut George Herbert Mead, manusia yang baru lahir belum mempunyai diri. Apa maksud kalimat tersebut?
4.      Bagaiman bisa kebudayaan mempengaruhi pembentukan keperibadian seseorang, sementara kebudayaan itu berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman. Jadi, apakah keperibadian akan berubah-ubah juga sesuai dengan perkembangan zaman? Bagaimana tanggapan anda!




JAWABAN
1.      Yang menyebabkan keluarga broken home tadi tidak rusak adalah sosialisasi yang dilakukan oleh orang tersebut di luar lingkungan keluarga. Karena kebanyakan bergaul dengan orang-orang yang berkeperibadian baik dan sosialisasinya itu sempurna daripada dengan keluarganya, maka dia juga akan berkeperibadian baik.
2.      Organisasi sikap-sikap adalah sikap-sikap yang terdapat dalam diri individu masing-masing yang dapat mempengaruhi pembentukan keperibadian individu tersebut.
3.      Maksudnya adalah diri manusia itu baru akan terbentuk setelah dia melakukan interaksi/sosialisasi dengan anggota masyarakat yang lain karena keperibadian seseorang bukan merupakan bawaan sejak lahir.
4.      Menurut kami, kebudayaan sangat besar pengaruhnya dengan pembentukan keperibadian. Walaupun kebudayaan berubah-ubah, keperibadian seseorang yang sudah terbentuk tidak akan mudah (sulit) berubah walaupun kebudayaan juga berubah karena kebudayaan hanya memancing keperibadian seseorang muncul dan apabila keperibadian itu telah terbentuk maka keperibadian itu akan sulit diubah oleh kebudayaan itu sendiri dan juga tidak semua kebudayaan terpengaruh dengan perkembangan zaman karena masih banyak kebudayaan zaman dulu yang tetap lestari dan masih diikuti oleh orang tua kita sekarang.

0 komentar:

Poskan Komentar

Apa Pendapat Anda?